Extra Mayasya 2025: Latihan Kekompakan dan Kedisiplinan Santri Baru MA Al-Azhar Asy-Syarif
“Pagi cerah burung pun terbang, membawa ranting ke ujung dahan. Selamat berpetualang anak-anak yang gemilang, jaga adab, raih pengalaman penuh kesan.”
Demikianlah pantun pembuka dari MC dalam pelepasan peserta kegiatan Extra Mayasya Tahun Ajaran 2025/2026, sebuah kegiatan orientasi yang jauh dari nuansa perpeloncoan dan kerumitan barang bawaan, namun tetap sarat nilai dan makna.
Kegiatan Extra Mayasya atau Excellent Orientation Program of MA Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara digelar pada Jumat, 18 Juli 2025, bertempat di Taman Mini Wisata, Langkat. Kegiatan ini diikuti oleh 100 santri/wati baru MA AAIBS (angkatan ke-IV) yang tergabung dalam Nurverse Generation. Mereka dibagi dalam lima tim ikhwan (Andromeda, Bima Sakti, Carthwheel, Komet, Orionis) dan lima tim akhwat (Jupiter, Merkurius, Neptunus, Uranus, Venus), didampingi oleh wali kelas, tim Taman Mini Wisata Langkat, dan TNI dari Kodam I/Bukit Barisan.

Menurut Ustaz Abdullah Pasaribu, S.Pd., Gr. selaku penanggung jawab kegiatan, Extra Mayasya bertujuan untuk menyegarkan pikiran santri baru setelah menjalani ISO dan matrikulasi sekaligus membentuk semangat kedisiplinan dan kekompakan dalam satu angkatan.
“Setelah hampir seminggu mereka mengikuti kegiatan belajar di kelas, kita ajak mereka keluar ruangan untuk latihan kekompakan dan kedisiplinan—bukan sekadar jalan-jalan, tapi latihan karakter,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Pengasuhan AAIBS, Ustaz Taufiq Fadillah, Lc., M.A., lalu dilanjutkan perjalanan menuju lokasi dengan jarak sekitar 50 km. Meskipun medan perjalanan tidak selalu mulus, para peserta tetap antusias. Sesampainya di lokasi, Kepala MA AAIBS, Ustaz Ramadhansyah, M.Pd., menyerahkan pataka AAIBS kepada perwakilan TNI, Serda Muhammad Reyhan Ananda, sebagai simbol dimulainya pelatihan, serta menyematkan tanda peserta secara simbolik kepada Alyza Alzeina Safa dan Fathir Haikal.


Selama kegiatan, santri/wati dilatih kekompakan melalui berbagai games seperti membuat yel-yel dan permainan mencari bola dengan mata tertutup. Dalam permainan ini, anggota tim ditutup matanya dan hanya ketua tim yang dapat melihat, sehingga kerja sama dan kepercayaan sangat diuji. Selain itu, mereka juga mendapat pelatihan disiplin fisik dari TNI, seperti baris-berbaris, push up, hingga jalan jongkok—dalam batas wajar dan penuh semangat.
Salat Jumat bersama dilakukan di pendopo lokasi, disusul makan siang dengan aturan disiplin: makan dalam waktu tertentu dan menghabiskan semua makanan yang diambil. Kegiatan ini menanamkan nilai kedisiplinan tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam kebiasaan sederhana.

Menjelang akhir kegiatan, digelar upacara pengukuhan santri sebagai bagian dari Nurverse Generation. Mereka membacakan ikrar santri secara bersama-sama yang dipimpin langsung oleh kepala MA. Dalam sambutannya, Ustaz Taufiq menegaskan:
“Disiplin dan kekompakan bukan hanya untuk hari ini. Jadikan itu sebagai prinsip selama kalian menempuh pendidikan di sini. Tapi ingat, kompaklah dalam kebaikan, bukan dalam menutupi kesalahan.”

Prosesi ditutup dengan penjelasan makna dari nama angkatan “Nurverse” (gabungan dari nur = cahaya, dan universe = alam semesta), serta tagline-nya “Enlightening the Ummah, Empowering the World.”

Kegiatan ditutup dengan pengumuman tim dan peserta terbaik. Tim Orion (ikhwan) dan Merkurius (akhwat) dinobatkan sebagai tim terbaik, sedangkan peserta terbaik diraih oleh Joan Ariki Urdha Marpaung dan Valany Az Zahra. Setelah sesi foto bersama dan doa penutup, para peserta kembali ke kampus dengan membawa semangat baru.
“Pastinya senang, ustaz. Setelah dijalani ternyata seru dan bikin makin dekat sama teman lama maupun teman baru. Nambah pengalaman juga, soalnya dilatih langsung sama TNI,” ungkap Kallista Arrnhilda, salah satu peserta.


