Jejak Prestasi Internasional AAIBS: Pramuka Santri AAIBS Ikut Jambore Muslim Dunia, Bangun Ukhuah Global
Deli Serdang – Indonesia bersiap mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, negeri ini menjadi tuan rumah World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) atau Jambore Muslim Dunia, sebuah perhelatan akbar pramuka santri berskala internasional yang akan dilaksanakan pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Penyelenggaraan kegiatan pramuka berskala internasional ini merupakan bagian dari peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah “We are Muslim: Civilized, United, and Peaceful” yang mencerminkan semangat persatuan dan perdamaian umat Islam dunia.

Diperkirakan lebih dari 15.000 peserta akan turut serta dalam kegiatan Jambore Dunia tersebut, termasuk 2.000 peserta dari luar negeri yang juga di antaranya mewakili setidaknya 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OIC). Kehadiran ribuan pramuka dari berbagai belahan dunia akan menjadikan kegiatan ini bukan sekadar ajang perkemahan saja, melainkan juga menjadi panggung pertemuan muslim intelektual pembangun peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan perdamaian.
Santri AAIBS Ambil Bagian
Di antara ribuan peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut, Al-Azhar (KNO) Asy-Syarif Sumatera Utara (AAIBS) –sekolah Islam terbaik di Sumatera Utara dengan predikat the real Azhari– dengan bangga mengirimkan 18 pramuka santri terbaiknya berikut dengan seorang pendamping. Keikutsertaan santri AAIBS dalam kegiatan pramuka bertaraf internasional ini makin menegaskan bahwa AAIBS tidak hanya fokus pada prestasi akademik, namun juga serius mendorong para santrinya untuk turut berprestasi dalam bidang non-akademik, seperti turut berkontribusi pada kegiatan kepramukaan skala nasional maupun internasional.

Menurut pembina pramuka AAIBS, Ustazah Rahma Dani Lubis, S.E., keikutsertaan dalam jambore dunia ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para pramuka santri AAIBS. Ia menilai bahwa interaksi yang terbangun antara pramuka santri AAIBS dengan pramuka santri yang lain, baik dari tingkat provinsi maupun antarnegara, akan menjadi bekal networking yang sangat baik bagi para pramuka santri AAIBS. Baginya, pengalaman ini bukan sekadar tentang bersenang-senang dalam perkemahan saja, melainkan juga menjadi bekal pengalaman yang bermanfaat bagi masa depan para santri. Sebab menurutnya, lewat kegiatan jambore dunia ini, karakter kepemimpinan, kerja sama, dan kemandirian akan dilatih dan dibentuk pada diri setiap pramuka santri.
Pelepasan Kontingen Pramuka Santri Sumut
Sebelum berangkat ke Jakarta pada 7 September 2025, nanti, kontingen pramuka santri Sumatra Utara dilepas secara resmi pada 3 September 2025 di Gedung Dispora Sumut. Acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting dalam kepemudaan dan kepramukaan Sumatra Utara, seperti di antaranya Gubernur Forum Pesantren Alumni Gontor Provinsi Sumut, Ustaz H. Abdul Wahid Sulaiman, Lc., M.M., Kepala Bidang Layanan Kepemudaan dan Kepramukaan Dispora Sumut, Fahri Azhari, S.STP., M.SP., yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara, Ketua Gerakan Pramuka Santri Sumatera Utara, dan para pembina pramuka dari masing-masing pesantren peserta WSMJ 2025 asal Sumut.
Dalam sambutannya, Ustaz Abdul Wahid Sulaiman menekankan akan pentingnya menjaga semangat sepanjang kegiatan. Ia menegaskan bahwa para santri diharapkan mampu membawa pulang ilmu yang bermanfaat, memperluas jaringan pertemanan/networking, dan menjadikannya bekal berharga untuk pengembangan diri maupun pesantren.
“Semoga anak-anak semangat pergi sampai pulang mendapatkan ilmu yang banyak, mendapatkan networking yang besar, sehingga mendapatkan manfaat yang sangat banyak untuk kemajuan diri dan pesantren masing-masing,” tuturnya.

Bapak Fahri Azhari yang menyampaikan pesan Gubernur Sumut berpesan bahwa jambore ini tidak hanya tentang berkemah, melainkan sebuah ajang silaturahmi budaya, penguatan ukhuwah Islamiyah, dan pembentukan santri agar lebih siap menghadapi tantangan global. Ia juga berpesan agar para peserta dari Sumut dapat menjadikan kegiatan ini sebagai ladang pembelajaran kepemimpinan, kemandirian, dan kerja sama, sekaligus menjaga nama baik daerah dengan sikap santun, disiplin, dan penuh semangat yang ditunjukkan selama kegiatan tersebut berlangsung.
“Saya berpesan jaga nama baik Sumatera utara dengan menunjukkan sikap yang santun, disiplin, dan penuh semangat. Raih prestasi dengan mengikuti setiap kegiatan jambore secara aktif dan penuh tanggung jawab. Bangun jejaring pertemanan dengan peserta dari berbagai daerah dan negara sehingga menjadi bekal berharga di masa depan. Jadikan kegiatan ini sebagai ladang dakwah melalui teladan akhlak mulia yang kalian tunjukkan,” pesannya.
Semangat dan Antusiasme Pramuka Santri AAIBS
Bagi para pramuka santri AAIBS, kesempatan mengikuti kegiatan jambore berskala internasional ini merupakan impian lama yang akhirnya dapat terwujud. Salah satunya adalah Nadinra Balqis Trianta, pramuka santri akhwat kelas XII KUK Sutayta Al-Mahamali, yang sejak SMP telah menantikan kesempatan ikut jambore dunia. Ia merasa bangga akhirnya bisa membawa nama Sumut sekaligus nama baik AAIBS di ajang internasional ini. Menurutnya, pengalaman berkegiatan bersama ribuan pramuka dari berbagai negara akan menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk dirinya dapat terus berprestasi.
“Senang karena akhirnya bisa ikut jambore dunia bersama Kawan-kawan dan membawa nama Sumut. Bangga juga karena akhirnya bisa ikut kegiatan yang sudah ditunggu-tunggu sejak SMP,” ungkapnya dengan penuh rasa bangga.

Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Maradongan Pulungan, pramuka santri ikhwan kelas IX Zubair bin Awwam, yang menyambut ajang ini dengan semangat luar biasa. Baginya, jambore bukan hanya soal kegiatan di alam terbuka, tetapi juga kesempatan untuk membangun relasi dengan sesama pramuka baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ia meyakini bahwa pengalaman seperti ini akan memperluas jejaring pertemanan, menghadirkan pengalaman yang tak terlupakan, sekaligus melatih kedisiplinan dan kemandirian.
“Semangat banget untuk ikut kegiatan tersebut (WSMJ 2025). Karena sebagai media untuk membangun relasi (networking) dengan banyak Kawan-kawan pramuka di dalam negeri dan bahkan luar negeri karena berskala internasional. Terlatih juga kedisiplinan dan kemandiriannya. Bakal jadi pengalaman yang seru dan tak terlupakan pastinya,” Jelasnya.
Cerita dari kedua pramuka santri AAIBS tersebut menjadi cerminan bagaimana jambore dunia ini mampu membuka cakrawala para pramuka santri AAIBS, dari yang semula hanya beraktivitas di lingkungan sekolah, kini mereka mampu menembus ajang berskala internasional.
Jambore: Lebih dari Sekadar Perkemahan
Dengan mengusung tema besar “We are Muslim: Civilized, United, and Peaceful”, jambore dunia ini membawa misi luhur untuk membangun perdamaian dunia melalui ukhuah pramuka Muslim. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pondok Pesantren Darussalam Gontor bekerja sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta World Islamic Union for Scouts and Youth, akan menegaskan posisi bangsa Indonesia sebagai pusat pertemuan pramuka santri dunia dalam menjunjung nilai-nilai persatuan dan perdamaian dunia.

Para pramuka santri AAIBS akan menjadi bagian dari sejarah besar tersebut. Lebih dari sekadar berkemah, mereka akan mengikuti berbagai kegiatan pendidikan, seni, budaya, hingga berbagai forum yang dapat menumbuhkan karakter kepemimpinan, jejaring, dan wawasan global mereka. Setiap peserta juga akan menerima sertifikat yang menjadi pengakuan resmi bahwa mereka telah berpartisipasi dalam forum internasional tersebut. Sertifikat yang mereka terima ini diharapkan dapat menjadi catatan penting dalam portofolio akademik dan non-akademik mereka nantinya.
Jejak Pramuka Santri AAIBS di Dunia Internasional
Partisipasi 18 pramuka santri AAIBS dalam WMSJ 2025 memiliki arti besar bagi sekolah maupun Sumatera Utara. Bagi AAIBS, hal ini menjadi bukti nyata bahwa sebagai sekolah Islam terbaik di Sumatra Utara, AAIBS mampu mendukung aktualisasi minat bakat santrinya untuk berkiprah di level tertinggi, baik nasional dan bahkan internasional, tidak hanya lewat jalur akademik tetapi juga melalui aktivitas ekstrakurikuler. Keterlibatan 18 pramuka santri AAIBS dalam WMSJ 2025 diharapkan dapat menginspirasi para santri yang selainnya untuk berani mengeksplorasi potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan keterampilan sosial mereka dalam upaya menjadi individu yang berprestasi dan bermanfaat bagi orang banyak.
Keikutsertaan 18 pramuka santri AAIBS dalam World Muslim Scout Jamboree 2025 adalah tonggak penting dalam perjalanan kepramukaan di AAIBS. Dari Buperta Cibubur, para pramuka santri AAIBS akan menorehkan jejaknya di panggung dunia, sekaligus memperkuat citra AAIBS sebagai Sekolah Islam Terbaik yang mampu melahirkan generasi unggul, berakhlak, dan berwawasan global.

Lebih jauh, pengalaman berharga tersebut juga akan membekas dalam diri setiap pramuka santri AAIBS yang ikut dalam jambore dunia tersebut. Mereka tidak hanya akan pulang membawa sertifikat internasional, namun juga beserta dengan cerita, relasi (networking), dan pelajaran hidup yang akan memperkaya jiwa dan karakter positif mereka. Bagi AAIBS, partisipasi ini adalah bukti bahwa prestasi dapat diraih bukan hanya di ruang kelas saja, melainkan juga dapat diraih di ruang-ruang yang selainnya, seperti dalam hal ini adalah dalam ruang alam terbuka, dalam interaksi lintas budaya, dan dalam upaya bersama untuk menciptakan persatuan dan perdamaian dunia.
Dengan semangat persaudaraan pramuka santri dunia, para pramuka santri AAIBS siap menjadi duta kecil persatuan dan perdamaian, membawa nama baik AAIBS dan Sumatera Utara, serta mengangkat prestasi AAIBS ke level internasional.
