Retreat 2025 SMP AAIBS: Siapkan Santri Hebat dengan Semangat Kepemimpinan dan Karakter Positif

Tahun ajaran 2025/2026 menjadi tonggak bersejarah bagi SMP Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara (AAIBS). Untuk pertama kalinya, seluruh santri/wati baru mengikuti kegiatan Retreat 2025, sebuah program pembinaan awal yang bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter, semangat persahabatan, kedisiplinan, serta kesiapan mental untuk menjalani kehidupan pesantren selama enam tahun ke depan.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak Kamis hingga Sabtu, 17–19 Juli 2025. Retreat 2025 diselenggarakan di dua lokasi, yaitu lingkungan sekolah AAIBS dan Kampung Outbound Pancur Batu. Selama kegiatan, para peserta tidak hanya dibekali materi pengembangan diri, tetapi juga mengikuti pelatihan kedisiplinan dan kebugaran fisik yang dipandu oleh TNI dari Kodam I/Bukit Barisan. Ruang kelas disulap menjadi “barak” sebagai simbol kesiapan mental ala militer—bukan untuk menekan, melainkan menstimulasi semangat kebersamaan dan kemandirian sejak dini.

 

 

Mengenal dan Menerima Diri secara Positif

Kegiatan retret dimulai dengan materi “Siapa Aku” (Character Building & Self Discovery) yang mendorong peserta untuk lebih mengenal potensi, emosi, dan kelebihan dalam dirinya. Sesi ini dilengkapi dengan jurnal reflektif untuk membantu santri mengekspresikan sisi terdalam dari diri mereka secara jujur.

 

 

Materi berikutnya membahas bagaimana bertahan dari tekanan teman dan rasa malas, dua tantangan umum di lingkungan berasrama. Di sesi outbound, games seperti Flying Fox dan Archery digunakan untuk melatih keberanian, fokus pada tujuan, serta kemampuan mengendalikan emosi.

 

Menumbuhkan Semangat Persahabatan dan Kerja Sama

Materi “Santri Bersahabat: Ukhuwah di Pesantren” menekankan pentingnya menjalin hubungan baik antar teman sebagai pengganti kehangatan keluarga. Hal ini dikuatkan melalui permainan seperti Impossible Tower dan Super Quen yang mengajarkan bahwa kesuksesan hanya bisa dicapai melalui kekompakan, koordinasi, dan komunikasi yang baik.

 

 

Menanamkan Nilai Dasar Kepribadian

Selain pelatihan fisik oleh TNI, para peserta mengikuti games bertema kepedulian dan tanggung jawab seperti Save the Ball, Farming, dan Alkatraz. Dalam permainan ini, santri belajar untuk saling membimbing, mempercayai teman, serta mengenali empati secara langsung—misalnya saat mereka harus berjalan dengan mata tertutup dan hanya mengandalkan instruksi dari timnya.

 

 

Memupuk Motivasi dan Komitmen Belajar

Retret juga menghadirkan materi-materi inspiratif seperti “Hijrahku: Niat Belajar karena Allah” yang mengajak peserta untuk menanamkan semangat belajar sebagai ibadah, serta “Rintangan Itu Ada, Tapi Pasti Dilewati” yang menghadirkan kisah perjuangan Kepala SMP AAIBS, Ustaz Didi Rianto. Materi ini membangkitkan optimisme bahwa tantangan pasti bisa diatasi jika dijalani dengan usaha dan doa.

 

 

Peserta juga menulis surat untuk diri mereka di masa depan, yang akan dibuka kembali saat mereka duduk di kelas 12—sebagai pengingat komitmen yang mereka buat sejak awal perjalanan pendidikan.

Sesi “Pesantrenku Rumah Kedua” dan “Saya Bertahan, Saya Berhasil” menghadirkan kisah alumni AAIBS dan perwakilan AASGAN (Al-Azhar Asy-Syarif Global Alumni Network). Pesan utamanya adalah: bertahan dan menuntaskan pendidikan enam tahun di AAIBS akan membuka jalan menuju kampus impian di dalam dan luar negeri.

 

 

Sebagai simbol komitmen, seluruh peserta menyatakan deklarasi bersama untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan menuntaskan pendidikan enam tahun di AAIBS.

 

Pengalaman Reflektif dan Menggembirakan

Kegiatan retret juga menghadirkan momen reflektif sekaligus membahagiakan, khususnya saat outbound di Pancur Batu yang turut dihadiri oleh orang tua peserta. Perjumpaan singkat ini menjadi penguat semangat bagi santri yang baru seminggu menjalani kehidupan berasrama.

“InsyaAllah ini menjadi pengobat rindu. Ananda tambah semangat setelah bertemu kami,” ungkap Bapak Hari Suhadi, OTM dari Rayan Tri Ariansyah.

 

Sesi outbound juga mengintegrasikan nilai-nilai emotional intelligence yang disampaikan oleh tim Kampung Outbound:

“Ada intelektual—dalam strategi permainan, emosional—dalam menekan ego dan berempati, dan spiritual—karena setelah selesai games, semua langsung salat. Ini calon-calon pemimpin bangsa,” ujar Bapak Ilham, Team Leader.

 

Retreat 2025 ditutup dengan kesan mendalam dari para peserta dan orang tua. Banyak yang merasa kegiatan ini sangat membangun kedekatan, kedisiplinan, dan kesiapan peserta untuk menapaki jenjang pendidikan pesantren.

“Kegiatannya seru banget, apalagi latihan sama TNI, kami jadi lebih disiplin dan kompak,” ujar Jasmin, salah satu peserta.

“Kadang senang, kadang sedih. Tapi pokoknya mantap lah,” tambah Ukasha.

 

 

Retreat 2025 bukan hanya awal kegiatan santri baru, tapi awal terbentuknya santri hebat yang mengenal dirinya, menjunjung ukhuwah, dan siap menuntaskan perjalanan pendidikan di AAIBS dengan akhlak dan ilmu yang seimbang.

Leave a Comment