Kolaborasi Strategis AAIBS dan IGN: Wujudkan Asa Santri MA Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara untuk Siap Bersaing di Kancah Internasional
“Ini adalah momentum saatnya anak-anak (untuk) membuka diri untuk Go Global dan tidak hanya jago kandang saja,” ungkap ibu Sinta Nasution, Managing Director of International Global Network.

Senin, 11 Agustus 2025, bertempat di Sekolah Islam Masa Depan Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara (AAIBS), telah berlangsung pertemuan antara perwakilan dari International Global Network (IGN) yang diwakili oleh Bapak Agus Chiawono (Senior Advisor), Bapak Abdu Al Dayyan (Relationship Manager), dan Ibu Sinta Nasution (Managing Director) dengan jajaran manajerial AAIBS yang diwakili oleh Ustaz Taufik Fadillah, Lc., MA. (Kepala Pengasuhan), Ustaz Didi Rianto, S.Pd., Gr. (Kepala SMP), Ustaz Bajuri Sahnan, S.Pd.I. (Koordinator Bahasa), Ustaz Zul Anwar Rambe, S.Sos., M.A.P (Wakasek MA Bidang Kesiswaan dan Kehumasan), Ahmad Taufik Hidayat, S,Sos. (Humas Yayasan), Ustazah Khairun Nisa, S.Pd., Gr. (Wakasek MA Bidang Kurikulum), dan Ustazah Diana Inggrid Munthe, S.Sos. (Koordinator Kegiatan dan Ekstrakurikuler).
Dalam suasana hangat dan penuh dialog, pihak manajerial AAIBS menyambut kunjungan perwakilan IGN yang berkesempatan memaparkan berbagai progress dan update dari program kerja sama strategis yang telah berjalan di antara IGN dan AAIBS. Adapun kerja sama yang telah terjalin tersebut adalah kerja sama dalam rangka mendukung tercapainya cita-cita untuk menjadikan murid-murid AAIBS sebagai pemimpin di masa depan yang berwawasan global dan siap bersaing di kancah dunia.
Berlangsungnya pertemuan tersebut bukan hanya sekadar menjadi forum untuk saling silaturahmi saja, melainkan juga sebagai forum yang melahirkan kesepahaman dan kesepakatan di antara AAIBS dengan IGN untuk makin membuka jalan bagi para santri AAIBS dapat berpartisipasi dan berkontribusi pada event-event bertaraf Internasional. Seperti program Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) yang diinisiasi oleh IGN, misalnya.

Selain memaparkan programnya di hadapan jajaran manajerial AAIBS, perwakilan IGN juga berkesempatan untuk memberikan sosialisasi kepada para murid MA AAIBS yang dilaksanakan di hari yang sama pada Gedung Aula SD AAIBS. Salah satu kegiatan yang disosialisasikan adalah AYIMUN 18th. Nantinya, di kegiatan yang akan diselenggarakan pada tanggal 29 Agustus sampai dengan 1 September 2025 di Kuala Lumpur Malaysia tersebut, Sekolah Islam Masa Depan Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara akan mengirimkan lima Murid MA AAIBS untuk menjadi delegasi dalam event internasional tersebut. Mereka adalah: Rafi Al Fattah Siregar, Zira Aufa Mudarakna, M. Rasya Azwadi (XII Averroes) I Najla Zata Azka, dan Kanaya Azzahra Nasution (XII Maryam Al-Ijliya).
Di sana, mereka akan melakukan kegiatan simulasi bersidang sebagaimana yang terjadi dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka akan dipertemukan dengan berbagai delegasi muda dari berbagai negara untuk saling berdiskusi dan mencari solusi atas isu-isu global. Selain itu, mereka juga akan melakukan city tour di negara tuan rumah (Kuala Lumpur, Malaysia). Dengan mengikuti berbagai kegiatan tersebut, nantinya para murid MA AAIBS akan dapat melatih kemampuan soft skills mereka, seperti analytical thinking, creative thinking, resilience, flexibility, agility, motivation & self awareness, curiosity & lifelong learning, depenability & attention to detail, emphaty & active listening, leadership & social influence.

“Saya pikir memang anak-anak Indonesia itu perlu buka pikiran dan buka mata. Jadi kita walaupun jadi salah satu yang terbaik di dalam negeri, tetapi dalam waktu nanti bersaingnya di masa depan bukan dengan orang-orang di dalam negeri (saja), tetapi dengan orang-orang dari seluruh dunia. Nah momen-momen di event-event seperti AYIMUN atau AWMUN, dari International Global Network (IGN) ini memberikan kesempatan mereka untuk bersaing di level global, jadi mereka bisa lihat anak-anak seusia, selevel mereka, saat ini kemampuan berpikirnya sejauh mana, saat ini kemampuan bicaranya sejauh mana, saat ini wawasan mereka sejauh mana. Jadi mereka bersaing di level yang lebih tinggi daripada level Indonesia saja begitu. Begitu mereka pikirannya terbuka, barulah nanti mereka usahanya menyusul. Barulah mereka nanti semangat belajarnya muncul untuk bisa nanti mereka mengimbangkan diri untuk mempersiapkan masa depan mereka,” ujar Bapak Agus Chiawono, Senior Advisor of International Global Network.
Ibu Sinta Nasution, selaku Managing Director dari IGN menambahkan,
“Dengan mengikuti program dari IGN seperti MUN, AYIMUN ataupun AWMUN, nantinya para murid akan bertemu dengan anak-anak dari seluruh dunia untuk bertarung disana dengan semua persiapan seperti soft skill, communication skill, publication skill, leadership dan juga critical thinking.”

Ikutnya para santri MA AAIBS dalam gelaran AYIMUN 18th, selain akan memberikan pengalaman menjadi seseorang yang mampu membahas isu-isu global dengan argumen yang diplomatis (persuasif) di hadapan peserta dari berbagai negara, mereka juga akan mendapatkan benefit lain berupa sertifikat yang dapat menunjang mereka ketika hendak mendaftar ke berbagai universitas dalam dan luar negeri. Sebab penyelenggaraan AYIMUN yang diinisiasi oleh IGN telah mendapat pengakuan dari lembaga prestasi nasional (Puspresnas) maupun luar negeri (Malaysia).
“Untuk meningkatkan skill public speaking, self confidence, critical thinking, mencari pengalaman dalam berdiskusi secara internasional,”
“Upgrading my self. Insyallah (juga) bisa mendapatkan penghargaan. Saya berharap segala pengalaman dan hal positif yang saya dapatkan dari AYIMUN ini bisa bermanfaat bagi masa depan dan karir saya (nantinya),” ujar para santri MA AAIBS yang akan mewakili AAIBS dalam ajang AYIMUN 18th

IGN diketahui merupakan organisasi yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia, terutama dalam mencetak generasi muda berwawasan global melalui pelatihan, simulasi, dan program diplomasi internasional. Salah satu kegiatan unggulannya adalah Model United Nations (MUN), sebuah simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memperkenalkan peserta pada proses diplomasi, negosiasi, dan penyusunan resolusi atas isu-isu dunia nyata. Ada juga Asia Youth International MUN (AYIMUN) dan Asia World MUN (AWMUN) yang melibatkan peserta dari berbagai negara di Asia bahkan dunia.
Melalui kerja sama yang terjalin di antara IGN dan AAIBS, makin membuktikan bahwa AAIBS merupakan sekolah Islam masa depan yang berkomitmen penuh untuk mendidik para muridnya bukan hanya sekadar cakap ilmu dan akhlaknya saja, melainkan juga memiliki daya kompetisi dan daya saing tingkat global. Sehingga kelak, para murid AAIBS dapat menjadi para pemimpin bangsa yang berwawasan dan berdaya saing global.

“Dengan kolaborasi ini, kita meneguhkan langkah mencetak generasi santri yang siap bersaing secara global, tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren,” ujar salah satu perwakilan manajerial AAIBS.
Suara Santri: Antusias dan Termotivasi
“Awalnya saya tidak tahu bagaimana proses sidang PBB itu berjalan, tapi sekarang saya jadi paham dan merasa tertantang untuk mencoba menjadi delegasi di ajang internasional,”
“Seru sekali! Kita bisa belajar diplomasi langsung dari praktisi yang sudah berpengalaman di forum dunia,”
“Kegiatan ini membuat saya yakin bahwa santri juga bisa bersaing di level global, asal kita mau belajar dan berani mencoba,”
“Saya jadi punya gambaran jelas kalau suatu hari nanti ingin mewakili Indonesia di ajang MUN yang sebenarnya,” pungkas para santri MA AAIBS yang menghadiri kegiatan sosialisasi dari tim IGN.

Kerja sama di antara AAIBS dan IGN bukanlah sebuah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju mimpi besar. Dengan bekal ilmu, pengalaman internasional, dan kepercayaan diri yang tumbuh, para santri AAIBS kini memiliki kunci untuk bisa membuka pintu dunia. Dari lingkungan pesantren yang sarat nilai, mereka melangkah mantap menjadi duta muda yang siap membawa nama Indonesia ke panggung dunia.

