Semarak ISO 2025: Awal Perjalanan Santri Baru SMP dan MA Al-Azhar Asy-Syarif Sumut

 

Ketika kita menyambut mereka bukan hanya sebagai siswa, tapi sebagai calon pemimpin masa depan, maka setiap detik orientasi adalah ladang investasi karakter. ”

 

Langkah Pertama Petualangan Sang Muslim Intelektual

Setiap perjalanan membutuhkan langkah pertama. Begitu pulalah bagi para murid baru Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara (AAIBS) di tahun ajaran 2025/2026. Di setiap perjalanan hebat mereka dalam petualangan menjadi seorang muslim intelektual, juga dibutuhkan langkah pertama sebagai permulaannya. Dan langkah awal itu, mereka jalani dalam kegiatan bertajuk Introduction of School Orientation (ISO).

Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara kembali menyelenggarakan kegiatan Introduction of School Orientation dalam menyambut para murid baru tahun ajaran 2025/2026. Pada tahun ajaran ini, kegiatan tersebut diselenggarakan sejak Kamis, 10 Juli sampai dengan Jumat, 11 Juli 2025 untuk tingkat Sekolah Dasar (SD). Kemudian untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselenggarakan sejak Senin, 14 Juli sampai dengan Kamis, 16 Juli 2025. Sementara pada tingkat Madrasah Aliyah (MA) penyelenggaraannya dimulai sejak Senin, 14 Juli sampai dengan Kamis, 17 Juli 2025.

 

 

Peserta kegiatan ISO tahun ajaran ini adalah para murid baru di masing-masing tingkatan. Dengan perincian peserta sebanyak 56 murid pada tingkat SD, 161 murid di tingkat SMP, dan 100 murid untuk jenjang MA. Pembukaan kegiatan ISO untuk tingkat SD dilaksanakan di Aula SD Islam AAIBS, sementara untuk tingkat SMP dan MA, sama-sama dilaksanakan di Auditorium MAFASA Building, Lantai 3, AAIBS. Selanjutnya, para peserta melanjutkan berbagai rangkaian kegiatan ISO di berbagai tempat yang tersedia di lingkungan AAIBS, seperti kelas, asrama, masjid, lapangan, Dst.

Tujuan dari diadakannya kegiatan ISO adalah untuk menjadikan para murid baru Al-Azhar Asy-Syarif Sumatera Utara mampu mengenal lingkungan sekolah dan asrama beserta berbagai hal yang melingkupinya. Pengenalan tersebut diharapkan dapat membantu proses adaptasi mereka terhadap berbagai hal yang ada dan menjadi bagian dari AAIBS. Dengan demikian, diharapkan tumbuh motivasi yang kuat dalam diri mereka untuk terus istikamah dalam menempuh pendidikan menjadi Muslim intelektual di AAIBS.

 

 

Seputar Sekolah, Kelas, dan Asrama

Sebagai awalan, di acara pembukaan ISO, Ustaz Taufiq Fadillah, Lc., M.A., selaku kepala asrama/pengasuhan berpesan kepada para peserta untuk menganggap teman dan guru-guru mereka di AAIBS sebagai bagian dari keluarga besar mereka. Selanjutnya, sembari mengingatkan akan perlunya adaptasi di periode awal-awal bersekolah, beliau juga memuji kehebatan para peserta ISO yang masih berusia belasan tahun (SMP dan MA), namun sudah berani jauh dari orang tua demi menempuh pendidikan.

“Anak-anakku, hidup di pesantren ini memang perlu adaptasi, kalian adalah anak yang hebat. Di saat usia kalian baru sebelas atau dua belas tahun, sudah merantau berpisah dari orang tua. Hebat kan. Gak semua anak bisa kaya gitu,” pujinya.

 

 

Mengakhiri sambutannya, beliau berpesan kepada para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ISO hingga tuntas dengan penuh semangat dan kegembiraan. Sehingga mereka dapat merasakan sendiri berbagai keseruan acaranya dan merasa tidak salah memilih bersekolah di AAIBS.

Selepas kepala pengasuhan, giliran kepala Madrasah Aliyah (MA), yakni Ustaz Muhammad Ramadhansyah, M.Pd., yang menekankan kepada para peserta ISO untuk segera beradaptasi dengan lingkungan baru mereka. Mulai dari adaptasi terahdap disiplin belajar sampai dengan disiplin peraturan sehingga tidak melakukan banyak pelanggaran di kemudian hari. Beliau juga menyampaikan tentang sistem pembelajaran di AAIBS (khususnya di MA), yang lebih berfokus pada pelajaran-pelajaran yang menunjang mereka untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) di dalam maupun luar negeri, melalui jalur seleksi tes seperti seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT).

Selain menyampaikan tentang sistem pembelajaran, beliau juga menjelaskan tentang nilai-nilai MUMTAZ kepada para peserta. Mengakhiri sambutannya, beliau pun menyampaikan hal yang senada dengan kepala pengasuhan, yakni apresiasi terhadap para peserta yang mengikuti kegiatan ISO pada tahun ajaran ini.

“Anak-anak yang hadir pada hari ini adalah anak-anak yang sudah unggul. Tidak sedikit yang terseleksi saat masuk kemarin. Jadi sampai hari ini kalian termasuk seorang pemenang, yang sudah menang bisa masuk ke Al-Azhar Asy-Syarif,” pungkasnya.

 

 

Dilanjutkan oleh Ustaz Didi Rianto, S.Pd., Gr., (Kepala SMP AAIBS) yang menyampaikan beragam informasi seputar sistem pembelajaran dan peraturan di kelas, khususnya untuk para murid peserta ISO yang SMP. Pemaparan berbagai hal tersebut dilakukan oleh Ustaz Didi dengan cara yang asyik. Beliau membalut materi dengan games menarik sehingga perhatian para peserta tertuju kepada apa yang beliau sampaikan. Para peserta juga diberikan beberapa pertanyaan, seperti tentang 5 pilar karakter, aturan mengenai penggunaan seragam dan alat belajar, serta tentang kurikulum yang digunakan. Bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan, mereka mendapatkan hadiah yang telah disediakan oleh Ustaz Didi dan panitia acara.

Lalu Dr. Muhammad Adyan Simanjuntak, S.T., M.M., selaku Direktur AAIBS menutup rangkaian sambutan dengan memutarkan sebuah video yang berkisah tentang perjuangan orang tua untuk membiayai pendidikan anaknya. Setelah pemutaran video tersebut, pak Direktur pun meminta kepada para peserta ISO untuk senantiasa bersyukur, termasuk mensyukuri nikmat bersekolah di AAIBS yang telah diusahakan oleh orang tua.

“Ini hari kalian berada di sekolah ini harus terus bersyukur, bersyukur, dan tidak lupa bersyukur. Cinta orang tua kepada anaknya, apa pun akan dilakukannya, termasuk orang tua berbohong mengatakan ada walaupun dia tidak memilikinya,” pintanya.

 

Beliau juga berpesan kepada para peserta ISO untuk terus berupaya dan istikamah dalam usaha memberikan persembahan yang terbaik bagi kedua orang tua. Termasuk dalam hal pendidikan.

“Setiap apa yang sudah dikeluarkan oleh ayah dan bunda kita, kita harus bisa memberikan sesuatu yang terbaik. Dan semua itu kita bisa lakukan, kita bisa laksanakan, karena kalian ingin dan (saat ini) dibersamai oleh orang tua non biologis kalian, yakni ustaz dan ustazah,” ungkapnya.

 

 

Sebelum mengakhiri sambutannya. Ia pun mengajak para peserta untuk bermain games tepuk tangan sembari mempraktikkan penerapan metode talaqqi dengan mengulang-ulang nyanyian games-nya sebanyak 6–8 kali, sehingga para peserta dapat mengikuti permainan tersebut dengan sangat baik.

Setelah berbagai sambutan, acara pembukaan ISO di hari pertama dilanjutkan dengan agenda penyematan tanda peserta ISO tahun ajaran 2025/2026 secara simbolis yang dipimpin langsung oleh pak Direktur. Adapun perwakilan peserta dalam penyematan simbolis tersebut adalah ananda Ibnu Madi Athoillah dan Misel Hasanah Izora untuk jenjang SMP serta ananda Muhammad Fayadh Al-Fatih dan Hafizah Putri Ayu pada jenjang MA.

Selain mendapatkan pembekalan materi seputar profil sekolah. Mulai dari visi-misi, nilai-nilai (5 pilar pendidikan dan 5 pilar karakter), kurikulum yang digunakan (Merdeka, Azhari, Cambridge), berbagai peraturan dan tata tertib di kelas dan asrama, fasilitas, dan bahkan ekstrakurikuler serta school tour untuk mengenal lingkungan sekolah dengan metode observasi langsung (SD). Para peserta ISO juga dibekali materi seputar keasramaan dalam seminar bertajuk manajemen diri dan kamar yang dipaparkan langsung oleh pemateri dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri Medan, yakni Dr Hj. Femmy Indriani Dalimunthe dan Dr. Muhammad Hamdani.

Pembekalan materi tersebut ditujukan agar mereka mampu melakukan pengelolaan diri dengan baik. Adapun pengelolaan diri yang tanggung jawabnya melekat pada diri setiap individu adalah seperti pengelolaan waktu, belajar, emosi, interaksi sosial, keuangan, kesehatan, dll. Selain itu, tujuan lainnya adalah supaya mereka mampu menciptakan lingkungan kamar di asrama yang nyaman, aman, dan kondusif untuk menunjang mereka belajar dan beristirahat (meliputi tata letak, kerapian, dekorasi, dll).

Setelah istirahat siang, para peserta melanjutkan kegiatan ISO dengan agenda membuat karya kaligrafi. Dipandu oleh ustaz dan ustazah yang bertugas, mereka mengkreasikan ekspresi seni yang dimilikinya melalui karya kaligrafi. Lalu mereka mempraktikkan teori manajemen kamar yang baru saja mereka dapatkan untuk kemudian diterapkan di kamar masing-masing sembari didampingi oleh wali asrama. Kegiatan ISO di hari pertama pun diakhiri dengan berolahraga sore sesuai dengan preferensi olahraga masing-masing.

 

 

Leave a Comment