Perbanyak Amalan Baik di Kemuliaan Bulan Dzulqa’dah

Perbanyak Amalan Baik di Kemuliaan Bulan Dzulqa’dah

 

Siapa yang dulu pernah menyanyi didepan kelas sesama taman kanak kanak tentang nama bulan dalam islam? Masih pada ingat gak? 

Mulai dari urutan pertama ada Muhharam sampai dengan urutan akhirnya ada Dzulhijjah. Kemarin kita sudah melewati bulan Ramadhan dan Syawal, lalu sekarang seharusnya dibulan apa ya? 

 

Benar. Jawabannya Bulan Dzulqa’dah. Dzulqa’dah merupakan bulan ke-11 dalam kalender Hijriah atau penanggalan Islam. Bulan ini juga disebut dengan Al-Qadah, atau dapat juga disebut dengan Al-Qidah. Dinamakan demikian karena mereka pada zaman dahulu para masyarakat Arab diam di tempatnya, haram bagi mereka untuk mengadakan peperangan dan tidak pula bepergian.

 

Dzulqa’dah dalam islam ternyata termasuk dalam bulan yang dimuliakan atau nama al-Asyhur al-Hurum. Dikenal juga dengan nama bulan haram. Dimana bulan ini sekaligus jadi permulaan dari empat bulan yang dimuliakan dalam islam, yakni Dzulhijjah, Muharam, Rajab dan tentu saja Dzulqa’dah.

 

Hal penting lain yang membuat bulan Dzulqa’dah istimewa ialah bahwa masa tiga puluh malam yang dijanjikan oleh Allah kepada Nabi Musa untuk bertemu dengan-Nya terjadi pada bulan Dzulqa’dah, sedangkan sepuluh malam sisanya terjadi pada bulan Dzulhijjah. 

 

Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Al-A’raf ayat 142:

 

‎وَوَاعَدْنَا مُوسَى ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ

 

“Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.”

 

Keistimewaan Bulan Dzulqa’dah ini juga terdapat dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

 

‎اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

 

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu dan perangilah kaum musyrik itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kalian semuanya; dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa”. (QS. At Taubah: 36)

 

Salah satu hal istimewa dalam bulan ini adalah Dzulqa’dah adalah bulan persiapan. Baik itu persiapan diri, mental maupun finansial jelang ibadah haji loh.

 

Berikut keistimewaan Bulan Dzulqa’dah dan amalan baik yang bisa kamu kerjakan.

 

  1. Amalan dilipatgandakan

 

At-Thabari menyebutkan dalam tafsirnya bahwa bulan Dzulqa’dah adalah bulan haram. Yaitu bulan yang dijadikan oleh Allah sebagai bulan yang suci lagi diagungkan kehormatannya. Di mana di dalamnya amalan-amalan yang baik akan dilipatgandakan pahalanya sedangkan amalan-amalan yang buruk akan dilipatgandakan dosanya. 

 

Nah, maka dari itu perbanyaklah kita melakukan amalan sunnah. Seperti shalat sunnah, shalat taubat, puasa senin dan kamis. Dan tak lupa pula untuk perbanyak dzikir.

 

  1. Bulan Haji

 

Bulan Dzulqa’dah adalah bulan baik bagi siapa yang ingin melaksanakan ibadah haji. Karena pada dasarnya Dzulqa’dah merupakan salah satu dari bulan-bulan haji (asyhrul hajj) yang dimuliakan Allah SWT, dijelaskan Allah dalam firman-Nya:

 

‎الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ

“ (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklum (ditentukan)” (QS al-Baqarah: 197).

 

Dalam tafsir Ibnu Katsir dikemukakan bahwa asyhur ma’lumat merupakan bulan yang tidak sah ihram untuk menunaikan ibadah haji kecuali pada bulan-bulan ini. Dan disebutkan pula bahwa bulan-bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

 

  1. Dilarang Berperang

 

Bulan Dzulqa’dah juga diagungkan karena dalam bulan tersebut Allah melarang manusia untuk berperang. Hal ini senada dengan makna secara harfiyah dari “Dzulqa’dah” yaitu penguasa genjatan senjata.

 

Leave a Comment